Kamis, 04 Juni 2009

MENGIKUTI KEBIASAAN KAUM KUFFAR


Rasulullah bersabda: “Man tasabbaha biqaumin fahuwa minhum” Barang siapa meniru-niru perbuatan suatu kaum maka dia termasuk didalamnya.

Hadis di atas benar-benar pas untuk mengingatkan kepada kaum muslimin yang terkadang sudah tidak bisa lagi membedakan antara perbuatan kuffar dan yang sesuai syar’i. Terlebih lagi bagi generasi muda kita yang hanyut dalam lingkaran globalisasi yang menghempaskan baju moralitas dan nilai-nilai keagamaannya.

Inilah sebenarnya yang diinginkan oleh musuh-musuh Islam, dimana umat Islam tetap beragama Islam tetapi dalam praktek kehidupan sehari-hari mereka cenderung tidak Islami alias sudah terkooptasi dengan budaya kuffar atau budaya barat.

Beberapa hal di bawah ini semoga bisa mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam melakukan sesuatu:

  1. Kalender

Tanpa kita sadari ternyata kita telah mengikuti kalender budaya pagan yang jelas-jelas sesat. Mengapa kita tidak membiasakan diri untuk menggunakan kalender hijriyah yang jelas-jelas dihasilkan oleh consensus para sahabat Rasul.

  1. Ulang Tahun

Ulang tahun kita, anak-anak kita sering dengan perayaan, tiup lilin, nyanyi yang itu jelas-jelas mengadopsi budaya kaum Nasrani.

  1. Pakaian

Hal inilah yang cukup memprihatinkan. Anak-anak muda muslim cenderung malu untuk memakai baju muslim yang menutup aurat. Mereka mengorbankan keyakinan agamanya demi mode yang terkadang jauh dari nilai moralitas maupun nilai Islam.

  1. Perayaan Valentine

Perayaan yang sudah mendarah daging di kalangan anak muda. Hari Kasih Sayang yang sebenarnya jika kita telusuri sejarahnya maka kita akan mengelus dada seraya beristighfar. Santa Valentine seorang tokoh yang sebenarnya nilai-nilai luhurnya masih dipertanyakan dalam sejarah, tapi kini disanjung-sanjung, bahkan jenazahnya dipeti emaskan dan diziarahi kaum Nasrani.

  1. Perilaku Makan

Tanpa kita sadari dalam makan dan minum kita telah memperturutkan gaya hidup tanpa mempertimbangkan darimana makanan dan minuman itu berasal.

  1. Televisi

Kita tidak sadar kalau kehadiran barang satu ini telah mengakibatkan perubahan pada perilaku kita, anak kita dan juga perubahan pola pikir kita. Kita dan anak-anak kita menjadi malas untuk membaca buku, mengkaji ilmu agama hanya karena tontonan yang disuguhkan didepan mata kita. Bahkan survey membuktikan bahwa pengaruh tayangan kekerasan TV terhadap anak sangat signifikan.

Christian Science Monitor (CSM) Amerika pada tahun 1996 melakukan survey terhadap orang tua yang mempunyai anak usia 2-17 tahun hasilnya; 56 % sangat mempengaruhi, 26 % mempengaruhi, 5 % cukup mempengaruhi, 11 % tidak mempengaruhi.

Demikian beberapa hal yang mungkin intensitas imitasi kita paling tinggi terhadap kebiasaan kaum kuffar. Kalau kita mau mengerti dan menyadari bahwa kaum kuffar akan senantiasa menghancurkan Islam dengan cara halus dan tanpa kita sadari karena mereka selalu ingat akan kekalahan pada masa Perang Salib, sehingga mereka tidak akan terang-terangan menghantam Islam secara frontal. Mereka meminjam kata teroris, Jamaah islamiyah dan berbagai gerakan yang sebenarnya adalah scenario dari mereka sendiri. Sejak dari Snouck Horgronye sampai dengan Sydney Jones adalah orang-orang yang sengaja ditanam untuk mengobok-ngobok umat ini. Tinggal bagaimana kita menyikapi semua ini. Akankah kita hancur dan kalah tanpa melakukan perlawanan sedikitpun? Wallahua’lam.

0 komentar:

Followers

 

FORUM KIBLAT. Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com